Komunitas Fotografi Ponsel

Senin, 20 Juni 2016

Meet Up Mataponsel Area Jogja


Hallo kawan-kawan Komunitas Fotografi Mataponsel dimanapun kalian berada. Kami dari Mataponsel Area Jogjakarta habis ngadain meet up dan buber di hari Minggu, 19 Juni 2016 di 0 km.

Terima kasih yg sudah datang, dan buat yg belum bisa dateng, semoga meet up selanjutnya bisa ikutan ngumpul dan gojekan bareng.

Share:

Kamis, 02 Juni 2016

Belajar Membingkai Kehidupan Lewat Mataponsel


Hasil liputan : kovermagazine.com
Dipublikasikan tanggal 31 Mei 2016
Diakses dan Re-Publish tanggal 2 Juni 2016




Saat menggagas sebuah aplikasi baru, yang kelak kita kenal sebagai Instagram, Kevin Systrom tidak berekspektasi apa-apa, selain bahwa semua orang di zaman ini akan menyukai aplikasi ini. Sebab, dia paham bahwa orang-orang yang hidup di zaman ini sangat suka dengan kamera ponsel mereka, dan doyan mengambil gambar apa saja untuk kemudian dibagikan di media sosial. Ia yakin, orang-orang akan menyukai aplikasi tersebut. Tapi tetap saja tak menduga kalau dampaknya akan sebesar sekarang.

Siapa yang tak punya Instagram? Sebuah aplikasi jejaring sosial yang memudahkan kita berbagi gambar dengan siapa saja di dunia ini. Tentu saja, kehadiran Instagram berdampak besar bagi hidup manusia di abad ini, terutama di bidang fotografi.

Dahulu, rasanya hanya sedikit orang yang tertarik dengan seni satu ini, sebab belajar fotografi terkenal sulit, mahal, dan susah menjangkau sumbernya. Namun, berkat kehadiran Instagram, citra fotografi yang terkesan ekslusif kini mulai luntur. Sebab, dengan Instagram, nyatanya kita bisa melihat foto-foto berkualitas baik yang dijepret tanpa terlalu sulit, atau bahkan tidak mengeluarkan biaya super mahal karena peralatan fotografi yang mahal.



Hal inilah yang dilihat komunitas Mataponsel, sebuah komunitas fotografi yang terbentuk karena minat para anggotanya terhadap dunia fotografi dan kecintaan mereka terhadap Instagram. Nurul Putri dan Fachriza Agung, moderator Mataponsel Medan bercerita kepada KOVER Magazine tentang komunitas mereka, akhir pekan di awal Februari lalu.

Apa itu Mataponsel? Nurul Putri menjawab, Mataponsel adalah sebuah komunitas fotografi berbasis mobile, dan telah ada sejak 3 Juni 2014, dengan moto “Melalui Mataponsel Kita Bicara”. “Melalui komunitas Mataponsel ini kita saling berkomunikasi, berbagi tips dan informasi tentang fotografi khususnya fotografi ponsel,” ungkap Nurul.

Mataponsel sendiri telah membentuk komunitas regionalnya di lebih dari 30 kota di Indonesia. Salah satunya adalah Mataponsel Medan, yang dimoderatori oleh empat orang. Termasuk di dalamnya Nurul Putri dan Fachriza Agung.

Fachriza Agung yang akrab disapa Eza, juga menambahkan, Mataponsel digagas sebagai komunitas yang dapat mengembangkan minat serta kemampuan anggotanya terutama dalam penggunaan kamera ponsel dalam fotografi. “Kami ingin membuktikan bahwa, foto-foto berkualitas tidak hanya dihasilkan oleh peralatan yang mahal. Tapi bila mengerti tekniknya, melalui kamera ponsel pun, akan bisa diperoleh foto yang berkualitas,” tambah Eza.

Atas dasar itu, Mataponsel selalu mengadakan diskusi-diskusi fotografi untuk anggota sendiri dalam chat room di Line. Di sana, mereka akan bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai teknik-teknik fotografi yang sebenarnya ada sangat banyak sekali untuk dieksplor. Saat ini Group Line (Room) Style kami bagi menjadi sembilan yaitu: Room Style BNW, Room Style Colorsplash, Room Style HDR, Room Style Landscape, Room Style Macro, Room Style Minimalist, Room Style VSCO, Room Style HI Street, dan Room Style Typography.

Namun, untuk ikut bergabung dalam chat room tersebut, kita harus terlebih dahulu mendaftar sebagai member. Bagi, Anda yang tinggal di daerah yang sudah ada komunitas regionalnya, bisa langsung mendaftar ke moderatornya. Atau bagi yang tinggal di daerah yang tak punya komunitas regional, bisa langsung mendaftar ke Mataponsel pusat.


Tapi, seperti komunitas lainnya, ditambahkan Nurul, Mataponsel juga punya kriteria tertentu dalam merekrut anggotanya. “Biasanya kita akan melihat feeds di Instagramnya dulu, baru akan memutuskan bisa bergabung atau tidak,” kata Nurul. “Biasanya kami akan melihat jumlah foto selfie yang ada di feeds-nya, kalau terlalu banyak, kami kasih waktu sebulan untuk memperbaiki feeds-nya,” tambah Nurul.

Kini, anggota Medanponsel Medan sendiri sudah mencapai angka 45 orang. Isinya member yang betul-betul beragam. Mulai dari usia 14 tahun hingga 40-an. Mulai dari yang menyukai street photography hingga yang menyukai View Photography.

Mataponsel diharapkan ke depannya akan terus lebih eksis dan berguna tidak hanya bagi anggotanya, tapi juga lingkungan sekitar.
Share:

Quote

Quote Mataponsel
Diberdayakan oleh Blogger.

Kontak Mataponsel

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

like us on facebook


Blogroll

random posts

Popular Posts