Komunitas Fotografi Ponsel

Kamis, 22 Oktober 2015

Hanya Pakai Ponsel, Komunitas Mataponsel Hasilkan Foto Sekelas DSLR

Hasil liputan : bali.tribunnews.com
Dipublikasikan tanggal 21 Oktober 2015
Diakses dan Re-Publish tanggal 22 Oktober 2015




Sebanyak 48 foto hitam putih tergantung di tali nilon yang terpasang di pipa terbalut kain di area Car Free Day, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (18/10/2015).

Foto-foto itu hasil bidikan lensa kamera ponsel dari anggota Komunitas Mata Ponsel Chapter Bali yang sudah dipersiapkan selama dua minggu.

Pameran foto yang mengangkat tema tentang Cerita Hitam Putih saat itu dimulai pukul 06.30 Wita hingga 09.30 Wita.

Mereka memamerkan fotonya dengan memasang benang nilon yang disambungkan dengan pipa, menyiapkan tali rafia sebagai penyangga dan klip foto.

Ada foto yang digantung pada ranting pohon yang dicat putih.

Surya Adi Cahya, admin Komunitas Mataponsel mengatakan pameran ini bertujuan untuk memamerkan karya teman-teman daripada disimpan di galeri saja.

Selain itu juga untuk mengenalkan kepada masyarakat kalau ponsel yang dibawa bisa menghasilkan foto yang bagus.

“Banyak yang tidak menyangka kalau foto dari ponsel bisa menghasilkan foto sekelas DSLR. Foto akan berkualitas baik apabila tahu teknik dan momennya,” ungkap Surya saat ditemui Tribun Bali, Rabu (21/10/2015).

Tak jarang, komunitas ini mendapat mosi tidak percaya jika foto mereka sebenarnya dari lensa ponsel.

“Wah ini pasti bohong pakai handphone, pasti pakai kamera DSLR, saya tidak percaya,” jelas Surya menirukan kalimat pengunjung di Renon saat itu.

Surya yang biasa dipanggil Icuy ini menceritakan terbentuknya Komunitas Mata Ponsel ini diawali dengan teman-teman fotografi yang malas membawa kamera DSLR kemana-mana karena berat.

“Idenya dari beberapa teman yang memakai kamera DSLR, mereka bilang males bawa kamera karena Eh ternyata motret pakai hp hasilnya bagus ga kalah dengan kamera DSLR,” ungkap Surya.

Pameran foto di jalan ini rutin dilakukan setiap sebulan sekali.

“Kami sudah melakukan dua kali pameran. Pertama di Erafone dan kedua Cellular World. Ya setiap bulan temanya berbeda-beda,” terang Surya.

Sintha Manik, mahasiswi Jurusan Arsitek, Fakultas Teknik ini mengaku bisa lebih berkembang saat ikut Mataponsel.

“Saya suka fotografi sejak SMA kelas 1, tapi sampai kuliah saya cuma bisa foto landscape saja. Setelah tergabung di Mataponsel saya jadi bisa belajar foto HI dan lainnya,” ungkap Sintha yang dulu sering foto pakai DSLR ini.

Hendi Yusmara, salah satu anggota Mataponsel mengatakan syarat menjadi anggota yang penting potretnya pakai kamera hp.

“Kalau merekrut anggota itu tidak ada syarat yang berat, cukup punya hp untuk memotret,” ungkap Hendi, mahasiswa Sistem Informasi, STIKOM Bali ini.

Dalam komunitas juga diajarkan untuk cara memotret sesuai dengan materi yang disepakati bersama.

Setelah belajar biasanya diadakan hunting bareng dan update bareng di instagram. (*)
Share:

Quote

Quote Mataponsel
Diberdayakan oleh Blogger.

Kontak Mataponsel

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

like us on facebook


Blogroll

random posts

Popular Posts